Dalam membangun sebuah bisnis, terlepas dari jenis bisnis yang akan Anda geluti, ketekunan dan kesabaran sangat dibutuhkan. Peribahasa “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” mungkin sangat relevan dengan kisah berikut. Kisah Suzie Wakobi mungkin bisa menjadi salah satu kisah inspirasional mengenai perjalanan karier seseorang di bisnis kosmetik. Ia membangun bisnis tersebut dari nol hingga menjadi salah satu produsen kosmetik terkemuka di Kenya.

 

Semua bermula saat Suzie Wakobi, wanita Kenya yang berumur 39 tahun, merasa bahwa terjadi ketimpangan mengenai harga dan kualitas produk kosmetik di negaranya. Sebelumnya, tidak ada produsen kosmetik lokal di Kenya. Semua produk kosmetik di negara tersebut diimpor. Hal ini berpengaruh terhadap harga jual dari produk tersebut. Tidak adanya produsen lokal membuat Suzie melihat hal ini sebagai peluang. Ia pun berinisiatif untuk membangun merek lokal sendiri dengan nama SuzieBeauty.

Suzie Wakobi

Suzie Wakobi, founder SuzieBeauty

Bisnisnya diawali setelah lulus dari bangku kuliah. Meskipun ia mengambil studi dengan konsentrasi Ilmu Hubungan Internasional, ia berkarier di bidang kosmetik di salah satu brand ternama di New York, yaitu MAC Cosmetics dan di sebuah klinik kecantikan. Hingga akhirnya ia menemukan bahwa bisnis kosmetik merupakan bidang yang ia suka. 

 

Setelah 10 tahun tinggal di Amerika Serikat (AS), ia memutuskan untuk kembali ke Kenya pada tahun 2007. Di negaranya, ia melihat fakta bahwa terdapat permasalahan di pasar kosmetik. Ia menilai bahwa sebagian besar produk kosmetik di Kenya merupakan produk impor. Hal ini membuat harga dari produk kosmetik yang beredar menjadi sangat mahal. Belum ada produsen kosmetik lokal yang berani memasarkan produknya sendiri. Akhirnya, pada tahun 2009, ia dan suaminya membuat SuzieBeaty. Perusahaan yang ia buat secara resmi memasarkan produk pertamanya di tahun 2012. SuzieBeauty menjual berbagai macam produk kecantikan seperti lipgloss, skincare dan produk kecantikan lainnya yang sesuai dengan kulit wanita Afrika. Seiring berjalannya waktu, bisnis yang ia kembangkan menjadi sukses. Ia menjual perusahaanya ke The Flame Tree Groups, salah satu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Kenya. Meskipun ia telah menjual perusahaannya, namun ia tetap menjabat sebagai Chief Creative Officer dan Brand Ambassador di SuzieBeauty. 

 

Kesuksesan SuzieBeaty bukan tanpa rintangan. Sebagai nama baru, tidaklah mudah melakukan pemasaran produk dan bersaing dengan pemain lama yang sudah memiliki nama besar. SuzieBeauty menggunakan strategi dengan menjual harga yang murah sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Kenya namun dengan kualitas produk yang bisa bersaing dengan brand lainnya. 

 

Ketekunan dan kesabaran sangat dibutuhkan dalam membangun bisnis, terlepas dari bidang bisnis apa yang akan dilakukan. Ia pun berpesan untuk yang berminat terjun langsung ke dalam bisnis, bisnis kecantikan khususnya, bahwa “Be sure that they LOVE everything about it. It is not easy to break into or be successful, and the success stories out there all revolve around extreme passion. Patience and perseverance are super important too as the knock downs come often”. (Pastikan Anda menyukai bidang yang akan Anda lakukan. Tidaklah mudah untuk mencapai atau menjadi sukses dan di balik kesuksesan terdapat usaha yang keras. Kesabaran dan ketekunan sangatlah penting untuk menghadapi kegagalan yang akan sering kali datang). 

 

Sumber:

Forbes

leave a Comment