Bibir kering maupun bibir yang pecah-pecah ialah kondisi umum yang terjadi. Orang dari segala usia maupun jenis kelamin mampu mengalami bibir pecah-pecah, terutama jika anda memiliki kulit berjenis kering. 

Bibir kering dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor dan juga tergolong mudah diobati dengan perawatan sederhana. Namun, ada beberapa orang yang mungkin menderita bibir kering dan juga pecah-pecah akibat infeksi Cheilitis. Cheilitis sendiri ditandai oleh kulit pecah-pecah di sekitar sudut bibir. 

LipsKenapa bibir bisa kering?

Bibir memiliki lapisan ‘kulit’ yang sangat tipis dan juga transparan, yang disebut stratum korneum. Warna kemerahan dari bibir berasal dari konsentrasi dan kedekatan jarak antara lapisan kulit tersebut dengan permukaan pembuluh darah di bawahnya, yang memungkinkan warna dapat terlihat dengan jelas. 

Bedanya dengan kulit wajah, bibir tidak memiliki kelenjar minyak. Untuk alasan ini, bibir lebih mudah kering dan juga retak. Kurangnya kelembapan ialah penyebab paling umum dari bibir kering dan pecah-pecah, baik dari segi cuaca maupun kurangnya perawatan diri. 

Merujuk dari Healthline.com, tanda dan gejala bibir pecah-pecah meliputi: kering, mengelupas, bersisik, luka, retak, dan perdarahan. 

 

7 Kebiasaan yang mampu membuat bibir kering

 

  1. Dehidrasi

Dehidrasi mengacaukan keseimbangan keseimbangan mineral alami dalam tubuh, menyebabkan kerusakan tidak hanya sistem organ dalam tubuh, namun juga berdampak negatif pada kulit anda. 

Dehidrasi menimbulkan gejala seperti pusing, sembelit, penurunan produksi urin, mulut dan bubur kering, dan juga sakit kepala. Pada khusus dehidrasi yang parah, dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah rendah, demam, napas ngos-ngosan, atau jantung berdebar. 

Untuk menghindari dehidrasi, selalu ingat untuk minum 8-12 gelas air setiap hari. Jika anda seorang atlet atau penderita diabetes, minum lebih banyak cairan. 

 

  1. Menjilat bibir 

Satu kebiasaan yang cenderung anda lakukan terus menerus dan juga tanpa sadar saat bibir terasa kering ialah menjilati bibir. Walaupun menjilat bibir dapat memberikan kelembapan sementara, namun air liur yang berpindah dari mulut ke bibir anda akan menggerogoti lapisan kulit bibir yang tipis dan melucuti kelembapan alaminya. 

Air liur mengandung enzim yang memiliki fungsi untuk membantu anda mencerna makanan, bukan sebagai penyedia kelembapan tambahan bagi bibir anda. Air liur akan dengan cepat mengupat setelah terkena kontak dengan udara luar, membuat bibir kembali kering dan mengelupas. Hal inilah yang menyebabkan menjilat bibir menjadi suatu kebiasaan yang berulang. 

Solusinya ialah sebisa mungkin hentikan kebiasaan menjilat bibir saat anda merasa bibir mulai mengering. Anda dapat mengaplikasikan lipbalm dengan rasa yang aneh atau mengandung obat-obatan untuk membantu anda mulai mengurangi kebiasaan buruk ini. Alternatif lainnya adalah anda dapat oleskan gel lidah buaya pada bibir anda. Lidah buaya mengandung properti penyembuh yang akan memperbaiki struktur kulit bibir yang kering, rasa pahitnya akan menjauhkan anda dari kebiasaan menjilati bibir. 

 

  1. Menggigit bibir

Kebiasaan menggigit bibir dapat disebabkan oleh rasa gugup dan cemas, sedang memusatkan konsentrasi pada hal tertentu, atau justru hanya untuk melawan rasa bosan.

Sama halnya dengan menjilat bibir, kebiasaan mengigit bibir juga dapat mengancam kesehatan bibir anda. Saat anda menggigit bibir, gigi akan mengiritasi bibir; membuat lapisannya terkoyak dan retak, bahkan hingga berdarah. 

 

  1. Minum terlalu banyak alkohol

Malnutrisi akibat alkohol adalah salah satu penyebab bibir kering dan pecah-pecah. Konsumsi alkohol berlebihan akan mengganggu jalannya proses penyerapan vitamin dalam tubuh, mengakibatkan anda tidak dapat memenuhi asupan vitamin yang cukup. 

Defisiensi vitamin B2 dan B6 bisa menyebabkan bibir kering dan juga pecah-pecah.

Alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk menyiasatinya, minum satu-dua gelas air saat bangun pagi setelah anda minum alkohol di malam harinya, dan selalu cukupi asupan cairan anda sepanjang hari. 

 

  1. Makanan asin atau pedas

Jika anda termasuk orang yang mudah mengalami bibir kering dan pecah-pecah, alangkah baiknya mulai kurangi konsumsi makanan asin. Garam yang terkandung dalam makanan asin kesukaan anda dapat mengiritasi lapisan kulit bibir dan memyebabkan peradangan. Begitu pula dengan makanan pedes. 

Solusinya, perbanyak buah dan sayur yang bisa mengembalikan keseimbangan pH tubuh. 

 

  1. Ekspos matahari berlebihan

Paparan sinar matahari adalah penyebab utama bibir kering dan juga pecah-pecah, bahkan ketika cuaca berawan dan mendung. 

Oleskan lipbalm yang mengandung minimal SPF15 setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan. Pilih lipbalm yang mengandung titanium dioxide, zinc oxide, atau avobenzone (butylmethoxydibenzoylmethane) sebagai properti pelindung UVA.

Kandungan lipbalm itu sendiri membantu melembapkan bibir, sementara properti pelindung sinar matahari yang terdapat di dalamnya akan meminimalisir efek pengeringan bibir. 

 

  1. Konsumsi obat-obatan

Beberapa obat-obatan dapat meningkatkan risiko bibir pecah, seperti: 

  1. Suplemen vitamin A
  2. Retinoid (Retin-A, Differin) 
  3. Lithium – obat-obatan gangguan bipolar
  4. Obat-obatan kemoterapi
  5. Obat anti-jerawat isotretinoin, atau Accutane.

 

Tips mengatasi bibir kering dan pecah-pecah

Hal terbaik yang dapat anda lakukan untuk mengobati dan mencegah bibir kering terulang kembali adalah rutin mengoleskan lipbalm ber-SPF dan cukupi asupan cairan anda setiap hari.

Selain itu anda juga dapat lakukan scrub bibir. Gunakan scrub bibir lembut sebelum mengaplikaskan lipbalm dan lipstik. Butiran scrub akan mengangkat sel kulit mati dan bersisik, meninggalkan lapisan kulit bibir yang baru dan sehat. 

Menjelang tidur, aplikasikan lipbalm. Hindari lipbalm yang mengandung menthol, camphor, peppermint, ekstrak citrus, atau pewangi. Bahan-bahan ini dapat memperparah keluhan bibir kering dan pecah-pecah. 

 

Sumber: 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/kebiasaan-penyebab-bibir-kering-pecah-pecah/

leave a Comment