Pria maupun wanita pasti ingin memiliki wajah yang putih dan juga mulus, namun untuk kebanyakan orang wajah yang putih dan mulus hanyalah menjadi angan-angan. Karena sebenarnya pasti ada saja satu atau dua permasalahan pada kulit wajah mereka. Permasalahan pada kulit wajah juga ada beberapa macam, misalnya jerawat, komedo, flek hitam, dan mata panda. Tentunya jikalau kalian memiliki salah satu di antaranya saja pasti akan membuat hilangnya kepercayaan diri dan menjadikan diri kalian minder dengan siapapun. 

Setiap permasalahan pada kulit wajah juga memiliki sebabnya sendiri-sendiri, dan pasti ada di lubuk hati terdalam keinginan untuk mendapatkan wajah yang putih dan mulus. Maka dari itu, kali ini saya akan memberi tahu tentang permasalahan-permasalahan apa saja yang biasanya menghantui pria dan wanita. Dan inilah permasalahan-permasalahan pada wajah:

 

  1. Jerawat

acne

Jerawat memang sangatlah mengganggu penampilan, hingga terkadang beberapa orang penasaran, “Kenapa sih jerawat itu ada?” Biasanya pertanyaan tersebut terlontar ketika kita memperhatikan wajah di kaca pada pagi hari. Anda juga perlu ketahui, bahwa jerawat ialah salah satu permasalahan pada kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempatnya tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.

Walaupun jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi di masa puber, yaitu pada remaja yang berusia 10-13 tahun, dan bahkan bisa semakin buruk pada orang yang memiliki kulit berminyak. 

Jerawat pada remaja umumnya akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun terutama wanita. 

 

Gejala Jerawat

Kalian juga perlu mengetahui jerawat juga dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, namun pada umumnya jerawat muncul di wajah, leher, bahu, dada, dan punggung. Gejalanya diawali dengan munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam atau putih.

Selain komedo hitam maupun komedo putih, ada pula bentuk jerawat yang diperparah oleh peradangan, di antaranya:

  1. Pustula, benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
  2. Papula, benjolan kecil kemerahan yang biasanya menyakitkan. 
  3. Nodul, benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, dan kadang terasa menyakitkan. 
  4. Kista, benjolan besar berisi nanah yang terasa menyakitkan. Sama seperti nodul, kista juga terbentuk di bawah permukaan kulit. 

 

Penyebab Jerawat

Terdapat empat kondisi yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu: 

  1. Produksi sebum berlebih. Sebum ialah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering. 
  2. Sumbatan pada folikel rambut. Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum. 
  3. Bakteri. Jenis bakteri propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan. 
  4. Hormon. Aktivitas hormon androgen berlebih mampu menyebabkan jerawat.

Folikel yang tersumbat dapat membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut alangkah baiknya jangan dianggap remeh, karena dapat berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit. 

 

Pencegahan Jerawat

Meski jerawat sulit untuk dicegah, namun inilah beberapa langkah di bawah ini bisa dilakukan untuk meminimalkan kemunculannya: 

  1. Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah bebas minyak.
  2. Hindari produk kosmetik yang mengandung minyak. 
  3. Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat. 
  4. Bersihkan rias wajah sebelum tidur.
  5. Selalu mandi setelah beraktivitas.
  6. Kelola stress dengan baik.

Baca juga: 7 Cara Mudah Menghilangkan Jerawat

 

  1. Komedo

komedoKomedo menjadi salah satu permasalahan pada kulit wajah yang tak kalah mengganggunya, sehingga kebanyakan orang juga seringkali memiliki komedo di wajahnya. Komedo adalah benjolan kecil yang biasanya muncul pada kulit wajah, tetapi dapat juga muncul di bagian tubuh lain, seperti bahu, dada, punggung, atau lengan. 

Komedo juga tidak menyebabkan rasa sakit, kecuali bila komedo mengalami infeksi. Infeksi itulah yang dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan, bengkak, dan muncul jerawat. 

Komedo terbentuk akibat tersumbatnya pori-pori kulit oleh sel kulit mati dan minyak (sebum). Apabila permukaannya tertutup lapisan kulit, komedo tersebut dinamakan komedo putih, karena warnanya yang menyerupai warna kulit atau berwarna putih.  

Berbeda dengan komedo putih yang tertutup, komedo yang permukaannya terbuka akan terpapar oleh udara sehingga berubah warna menjadi coklat atau kehitaman. Oleh karena itu, komedo terbuka disebut sebagai komedo hitam. 

 

Penyebab Komedo

Ada beberapa faktor yang membuat seorang rentan mengalami komedo di antaranya: 

  1. Jumlah bakteri pada permukaan kulit meningkat.
  2. Iritasi pori-pori kulit, misalnya akibat mencuci wajah dengan kasar, dan efek samping peeling atau perawatan sinar laser. 
  3. Perubahan hormon, misalnya pada masa pubertas dan menstruasi, yang menyebabkan produksi minyak meningkat. 
  4. Konsumsi obat tertentu, seperti kortikosteroid, lithium, atau pil KB.
  5. Kulit terlalu lembab, baik akibat penggunaan pelembab di permukaan kulit atau karena udara yang terlalu lembab.
  6. Terkena bahan kimia pada produk kosmetik, seperti isopropyl myristate atau propylene glycol. 
  7. Konsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula dan lemak yang berlebihan.
  8. Memiliki kebiasaan merokok. 

 

Pencegahan Komedo

Tapi tenang ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya komedo, dan inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terbentuknya komedo: 

  1. Cuci muka teratur.
  2. Jaga kebersihan pada tangan dan kuku.
  3. Cuci sarung bantal dan seprai seminggu sekali.
  4. Hindari makanan tinggi gula dan lemak.
  5. Gunakan produk perawatan kulit untuk mengangkat kulit mati. 
  6. Gunakan produk perawatan kulit yang tidak mengandung minyak.

Baca juga: Tips Ampuh Menghilangkan Komedo

 

  1. Flek Hitam

flek hitamFlek hitam atau ephelis adalah istilah untuk kumpulan pigmen alami, atau melanin, yang berisi melanosome. Flek hitam dapat terlihat pada kulit wajah, walau dapat juga muncul pada bagian tubuh lain, seperti lengan, dan bahu. Bintik-bintik ini akan cenderung mudah dilihat dan mudah muncul pada orang dengan warna kulit cerah. Flek hitam merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak membahayakan diri pengidapnya.

 

Penyebab Flek Hitam

Flek hitam muncul karena meningkatnya produksi melanosome dalam melanin, terutama setelah terpapar oleh sinar matahari. Melanin adalah pigmen yang menentukan warna pada kulit, mata, rambut, dan bagian tertentu dalam telinga manusia. Bagian kulit yang memiliki banyak melanosome akan berwarna lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya. Flek hitam dapat bertambah gelap setelah terpapar sinar matahari, sehingga penggunaan tabir surya sangat disarankan untuk orang dengan kecenderungan ini.

Faktor geografis juga dapat menjadi penyebab timbulnya flek hitam. Orang-orang yang hidup di sekitar garis khatulistiwa cenderung memiliki lebih banyak melanin sebagai respons tubuhnya terhadap sinar matahari. Proses ini menjadikan kulit mereka lebih umum berwarna cokelat gelap. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik melanin yang dapat menyerap sinar matahari, sekaligus menghalau radiasi UV.

Flek hitam juga dapat terjadi karena bawaan genetik. Orang-orang dengan kulit cerah dan memiliki rambut pirang atau merah adalah yang sering mengalami kondisi ini. Flek hitam juga bisa muncul pada orang-orang tua. Bintik-bintik ini dikenal dengan nama liver spot atau sun spot.

 

Pencegahan Flek Hitam

Flek hitam timbul karena kombinasi faktor bawaan genetik dan paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV). Faktor genetik tidak dapat dirubah, namun paparan sinar UV dapat dicegah dengan:

  1. Menggunakan tabir surya dengan SPF 30-50, khususnya bagi yang memiliki kulit putih. 
  2. Menghindari aktivitas di luar ruangan antara jam 10 pagi hingga 4 sore, karena paparan sinar UV masih sangat tinggi.
  3. Menggunakan pelindung seperti topi, pakaian lengan panjang, dan penutup lainnya saat berada di luar ruangan.  

Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Flek Hitam

 

  1. Mata Panda

Mata pandaMata panda bisa dialami oleh pria maupun wanita. Ciri-cirinya, bagian kantung mata berwarna lebih gelap dari warna kulit wajah. Keberadaannya memberi kesan lebih tua dari usia sebenarnya. 

 

Berbagai Penyebab Mata Panda

Mata panda yang mungkin dirasa meresahkan dari sisi penampilan oleh sebagian besar kaum hawa ini, umumnya disebabkan oleh:

  1. Kurang tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah, maka penampilan wajah pun dapat menjadi kusam dan muncul mata panda.

  1. Faktor usia

Seiringnya bertambah usia, kulit menjadi semakin tipis. Perlahan-lahan, kulit juga mulai kehilangan elastisitasnya. Saat keadaan ini terjadi, pembuluh darah di bawah mata semakin terlihat jelas sehingga menyebabkan mata panda.

  1. Kebiasaan menatap layar

Menatap layar televisi, komputer, atau telepon genggam dalam waktu lama dapat mengakibatkan ketegangan pada mata. Ketegangan ini menjadikan pembuluh darah di sekitar mata membesar. Akibatnya, kulit di sekitar mata menjadi gelap.

  1. Genetik

Mata panda juga bisa diturunkan dalam keluarga. Selain itu, orang yang memiliki kulit lebih gelap juga lebih beresiko mengalami mata panda.

  1. Kebiasaan merokok dan minum alkohol

Gaya hidup yang tidak baik, seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, juga dapat menyebabkan mata panda karena menumpuknya cairan di dalam tubuh. Efek mengonsumsi alkohol dan merokok lama kelamaan dapat membuat aliran darah di kulit wajah menjadi tidak lancar sehingga lingkar mata terlihat lebih gelap seperti mata panda.

Baca juga: Cara Menghilangkan Mata Panda

 

Sumber:

www.alodokter.com/ternyata-mata-panda-tidak-hanya-dipicu-oleh-kurang-tidur-lho

www.halodoc.com/kesehatan/flek-hitam

leave a Comment