Bisnis Kosmetik

Indusrti kosmetik mulai mendesain ulang kemasan produk mereka agar dapat diakses oleh pengguna disabilitas. Salah satu perusahaan yang memulai upaya ini adalah PnG, yang menyertakan tanda bertekstur pada kemasan produknya.

“salah satu produk yang kemasannya diubah adalah Herbal Essence, yang menggunakan symbol garis vertikal timbul untuk sampo dan tanda bulat timbul untuk conditioner,” Ujar Sumira Latif, Creative Design dari Proctor and Gamble yang juga seorang tunanetra, seperti dikutip dari Ozy.com, Senin 19 Agustus 2019.

Kedua botol itu tidak menggunakan huruf Braille sebagai keterangan. Musababnya, menurut Latif, banyak pengguna produk ini bisa diakses tunanetra dan masyarakat pada umumnya,” ujar Latif.

Tidak hanya sampo dan conditioner di Inggris, sebuah perusahaan start up dibidang kosmetik, Khol Creatives meluncurkan satu set make up bagi pengguna dengan disabilitas motorik seperti celebral palsy atau paraplegi tangan.

Set make up yang diberi nama ‘Flex Collections’ ini dilengkapi dengan pegangan berstektur dan ujung kepala yang fleksibel. Tujuannya, memudahkan penerapan oleh pengguna yang memiliki masalah koordinasi gerak.

Bisnis Kecantikan

Beberapa alat yang menerapkan dua sistem itu adalah make up berbentuk sikat, busa atau bulu. “Dari beberapa workshop make up, ternyata salah satu hambatan dalam pengaplikasian make up antara lain tremor dan kesulian kordinasi gerak,” ujar Trishna Daswaney, Pendiri The Kohl Creatives.

Ada pula makeup artist selebriti Hollywood, Veronica Lorenz, yang meluncurkan paket kosmetik bernama The Vamp Stamp pada 2017. Larence merilis produk ini setelah pengidap sumsum tulang belakang yang mengakibatkan rasa kebas di tangannya.

Salah satu alat The Vamp Stamp yang dengan mudah digunakan oleh penyandang disabilitas motorik adalah alat pembuat garis mata bersayap. Agar garis mata yang dihasilkan sempurna, Lawrence menggunakan alat dan tinta khusus.

 

 

Sumber:

Tempo.co

leave a Comment