Tips Merawat Kulit Saat Kemarau

 

Musim kemarau di Indonesia  pada umumnya menimbulkan cuaca yang sangat terik. Pada musim kemarau di bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke selatan hingga bulan Desember. Paparan sinar matahari menyebabkan cuaca menjadi terik dan dapat menjadi sumber masalah bagi kulit. Paparan sinar matahari mengandung UVA dan UVB yang mampu membakar kulit dan bahkan membuat kulit tampak menua.  

Memasuki musim kemarau, tubuh akan kehilangan banyak cairan melalui urine dan keringat. Tidak hanya membuat tubuh menjadi dehidrasi, kondisi ini juga mampu memicu sejumlah masalah pada kulit seperti timbulnya jerawat, ruam, menyebabkan kulit kering, bahkan memicu kerusakan sel-sel kulit.

Dilansir dari kompas.com, Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Mulyono Prabowo, menyatakan bahwa musim kemarau diprediksi dapat berlangsung hingga awal November. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi kondisi kulit.   

Inilah beberapa tips agar kulit Anda tetap terjaga di musim kemarau. 

  1. Gunakanlah Pelembap dan Tabir Surya

Cara merawat kulit agar tetap sehat yang terpenting ialah dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang terlalu lama, apalagi saat musim kemarau. Apabila Anda terlalu lama terkena paparan sinar matahari mampu memicu berbagai masalah kulit, mulai dari keriput, bintik hitam, kulit kering, hingga risiko kanker kulit. 

Agar menjaga kulit tetap lembap, gunakanlah pelembap secara rutin khususnya setelah mandi. Akan tetapi, alangkah baiknya berikan jeda sekitar 5-10 menit hingga kulit Anda setengah kering, barulah Anda dapat mengoleskan pelembap pada kulit. Ini bertujuan agar krim pelembap tidak cepat luntur terbawa sisa-sisa air yang menempel pada kulit. 

Setelah itu, jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya berspektrum luas (broad-spectrum) sebelum ke luar rumah. Tabir surya berspektrum luas  mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Gunakanlah tabir surya dengan minimal SPF 15 agar perlindungannya lebih maksimal pada kulit. Oleskanlah berulang setiap 2 jam atau bisa lebih jika Anda cepat berkeringat atau sedang berenang.

 

  1. Mandi Menggunakan Air Dingin

Mandi menggunakan air panas setelah seharian terkena paparan sinar matahari menjadikan kulit semakin kering, bahkan mengelupas. Biasakan untuk mandi air dingin maupun air biasa, agar Anda mendapatkan kulit yang yang lembap setelahnya.

 

  1. Pakai Baju dan Celana Panjang

Melindungi kulit sangat penting selama musim kemarau. Debu dan kotoran yang berhamburan di udara dapat menempel di kulit dan dapat memicu reaksi alergi maupun iritasi kulit. Karena itulah, sebaiknya Anda melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari dengan cara menggunakan baju lengan panjang, celana lengan panjang, kacamata, dan topi. Gunakan pakaian yang berbahan katun agar keringat dapat lebih cepat terserap. 

 

  1. Perbanyak Minum Air

Kulit kering merupakan masalah kulit yang sering dialami saat musim kemarau. Akibat cuaca panas dan teriknya matahari, sisa-sisa cadangan air yang terdapat di kulit akan cepat menguap sehingga kulit menjadi kering. Hal ini tentu akan menjadi lebih parah apabila kebutuhan cairan tubuh Anda tidak tercukupi. 

Maka dari itu, disinilah pentingnya untuk menjaga asupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih. Sebaiknya hindari pula minuman berkafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda karena justru dapat membuat Anda cepat buang air kecil dan memperparah dehidrasi. 

 

  1. Meningkatkan Penggunaan vitamin C

Saat paparan sinar matahari terlalu menyengat, risiko Anda untuk terkena radikal bebas dapat meningkat tinggi. Inilah peran penting yang dapat dilakukan oleh serum vitamin C karena vitamin C memiliki kandungan yang mampu memperlambat terjadinya tanda-tanda penuaan pada kulit. Sehingga sangatlah penting untuk Anda gunakan secara rutin.

 

Itulah beberapa tips merawat kulit saat kemarau. 

leave a Comment