Waspada Ini 9 Ciri Krim Pemutih Wajah Berbahaya Menurut BPOM

Beauty Tips / 30 October 2020

by Nose Herbalindo

Warna kulit yang putih merupakan simbol kecantikan serta status sosial yang lebih baik.


Disadari atau tidak, inilah persepsi yang masih cukup kental di lingkungan kita. Oleh karenanya, tak heran jika kulit putih masih menjadi dambaan banyak wanita Indonesia hingga saat ini.


Melihat peminat yang masih sangat tinggi, tak heran jika kita bisa menemukan berbagai produk pemutih kulit yang beredar bebas di pasaran, bahkan dengan harga yang sangat murah. Sayangnya, ada banyak krim pemutih yang justru mengandung bahan kimia berbahaya.


Bahan kimia ini umumnya sengaja ditambahkan demi munculnya hasil perubahan yang signifikan, dalam waktu yang sangat singkat. Salah satu bahan kimia berbahaya yang masih marak digunakan sebagai whitening agent adalah merkuri.


Bahaya Merkuri Bagi Kulit

Memang bahan kimia aktif yang satu ini bisa mendorong perubahan kulit yang lebih putih dalam waktu yang singkat. Namun bahaya yang terkandung di dalamnya ternyata tidak sebanding dengan efek pemutih yang diberikan.


Merkuri merupakan salah satu unsur logam berat yang tidak seharusnya ada di krim perawatan kulit, berdasarkan kaidah BPOM RI. Merkuri bersifat korosif dan penggunaannya dalam jangka waktu yang lama bisa membuat kulit semakin menipis.


Dampak merkuri yang terlihat pada wajah bisa bervariasi. Umumnya adalah munculnya ruam kemerahan, munculnya jaringan parut, wajah terasa gatal dan perih, serta kulit yang mudah terkelupas sehingga rentan terkena infeksi bakteri maupun jamur. Bahkan penggunaan krim merkuri yang berlebihan juga bisa menyebabkan kanker kulit.


Selain itu, merkuri yang meresap pada kulit juga bisa menyebabkan kerusakan pada organ dalam lainnya. Misalnya gangguan saluran pencernaan, berkurangnya fungsi otak, dan memperlambat pertumbuhan janin.


Ciri Produk Pemutih Berbahaya

Maraknya peredaran krim pemutih di pasaran membuat kita harus semakin selektif dalam memilih produk. Supaya tak terjebak, mari perhatikan 9 tanda yang bisa kita kenali ketika kita membuka produk krim pemutih berbahaya:


1. Memiliki bau yang menyengat


Pernahkah kamu mendapati krim wajah dengan bau yang menyengat?


Jika iya, maka kamu patut waspada. Hal ini disebabkan penambahan bahan kimia berbahaya cenderung akan menghasilkan bau bernuansa logam yang cukup pekat. Sementara itu, ada pula beberapa produsen produk yang berupaya untuk mengutupi bau logam ini dengan penambahan wewangian yang cukup banyak.


2. Warna krim yang mengkilap


Apa yang dimaksud dengan krim berwarna mengkilap?


Krim yang mengkilap di sini adalah warna putih seperti mutiara yang bersinar. Krim yang mengkilap ini bisa mengidentifikasikan bahwa krim tersebut mengandung bahan kimia berbahaya, apalagi jika krim ini tidak memiliki lisensi BPOM. Tak hanya itu, warna krim yang mencolok atau terlalu cerah juga patut diwaspadai, karena warna yang mencolok ini biasanya didapat dari pewarna tekstil, yang tentu saja tidak baik bagi kesehatan kulit.


3. Krim tidak tercampur rata dan terasa lengket


Krim yang terasa agak lengket di wajah mungkin pernah kita dapati, terutama untuk krim yang kandungan pelembabnya cukup tinggi. Tapi bagaimana jika krim tersebut terasa terlalu lengket, bahkan tetap lengket setelah beberapa jam pengaplikasian ke wajah?


Krim yang terasa terlalu lengket, bahkan terasa seperti lem, sangat patut diwaspadasi. Apalagi jika krim ini juga terlihat tidak tercampur rata. Penampakan krim seperti ini menunjukkan komposisi bahan yang kurang ramah terhadap kulit dan proses produksi yang kurang baik. Alih-alih menyerap ke dalam kulit, krim jenis ini justru bisa menimbulkan kerusakan pada lapisan kulit.


4. Dapat menimbulkan rasa yang panas dan perih saat digunakan


Saat menggunakan produk baru, beberapa dari kita mungkin pernah merasakan purging. Tapi ternyata kita perlu menelaah lagi, apakah reaksi kulit kita termasuk purging atau benar-benar iritasi kulit akibat bahan kimia berbahaya?


Purging sendiri adalah proses adaptasi kulit terhadap produk baru, yang biasanya ditandai dengan munculnya jerawat. Sedangkan iritasi kulit akibat bahan kimia berbahaya biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah serta rasa perih dan panas yang luar biasa. Jika reaksi ini terjadi, sebaiknya segera hentikan pemakaian produk untuk mencegah efek yang lebih parah.


5. Menghasilkan warna kulit putih pucat tidak alami dan tidak pernah berjerawat


Kulit kamu tiba-tiba menjadi putih pucat, mulus tanpa jerawat setelah memakai krim dengan empat ciri di atas? Jangan senang dulu.


Hilangnya jerawat di kulit wajahmu selama pemakaian krim pemutih berbahaya bisa saja terjadi. Hal ini justru terjadi karena kulit wajahmu telah dirusak oleh bahan kimia berbahaya dalam krim pemutih. Ketika kamu menghentikan pemakaian produk, besar kemungkinan kulitmu akan kembali berjerawat. Reaksi tersebut merupakan salah satu mekanisme kulit untuk mengeluarkan racun dari dalam kulitmu.


6. Kulit akan memerah saat terkena sinar matahari


Pernah merasa kulit perih di bawah paparan sinar matahari setelah memakai krim pemutih?


Maka kamu perlu memeriksa kembali komposisi krim wajah yang kamu gunakan. Ruam kulit di bawah paparan sinar matahari ini bisa disebabkan apabila kulit sudah kehilangan protein dan melanin yang berfungsi melindungi kulit dari radiasi sinar matahari. Hilangnya protein dan melanin ini bisa disebabkan karena penggunaan krim yang mengandung merkuri.


7. Hasilnya yang terlalu cepat dan instan


Takjub dengan hasil krim pemutih yang terlampau cepat? Tunggu dulu, kamu perlu waspada.


Perubahan warna kulit dengan proses normal, biasanya terjadi dalam durasi satu hingga tiga bulan.  Namun krim pemutih dengan bahan kimia berbahaya bisa menghasilkan efek putih yang lebih cepat, bahkan kurang dari dua minggu.


Selain durasinya, kamu juga perlu memperhatikan bagaimana efek putih yang terjadi pada kulitmu. Putih yang cenderung abu-abu atau putih yang cenderung tidak sehat bisa mengindikasikan adanya bahan kimia aktif berbahaya dalam produk yang kamu kenakan.


8. Menimbulkan ketergantungan


Sudah terlanjur menggunakan krim berbahaya dan kini mencoba untuk berhenti, tapi mengapa ada saja godaan untuk menggunakanya lagi?


Mungkin karena krim tersebut sudah menimbulkan efek ketergantungan pada wajahmu. Kamu merasa kulitmu tidak secerah biasanya, sehingga rasa percaya diri menjadi turun. Dorongan untuk menggunakan krim pemutih kembali pun muncul kembali. Tapi perlu diingat, bahwasannya semakin lama kulit terpapar bahan kimia berbahaya, bisa semakin rusak kulit kita nantinya.


Tidak memiliki izin BPOM ataupun lembaga kesehatan


Sudah mencoba cek izin BPOM dari krim yang kamu gunakan? Hal ini sering kita abaikan, padahal ini adalah tindakan preventif yang wajib dilakukan setiap konsumen. Pastikan kamu mendapati nomor BPOM pada kemasan produk yang kamu akan gunakan. Atau, kamu juga bisa memeriksanya di situs resmi BPOM.


Ciri-ciri krim pemutih yang aman

  1. Aroma krim yang tidak terlalu menyengat
  2. Memiliki warna yang alami, tidak mengkilap dan tidak mencolok
  3. Tidak terasa terlalu lengket seperti lem
  4. Tidak menimbulkan efek perih dan iritasi kulit
  5. Memberikan perubahan warna kulit yang alami
  6. Tidak menyebabkan kulit memerah saat terkena sinar matahari
  7. Memberikan hasil dalam rentang waktu beberapa bulan
  8. Tidak menimbulkan ketergantungan serta tidak wajib digunakan terus-menerus
  9. Memiliki izin edar BPOM RI

Perbandingan whitening cream vs lightening/brightening cream

Serupa tapi tak sama, ternyata whitening cream dan lightening/brightening cream memiliki cara kerja yang berbeda.


Whitening cream bertujuan untuk merubah tone warna kulit menjadi lebih cerah. Sedangkan lightening/brightening cream memiliki tujuan yang lebih spesifik, yakni menyamarkan noda hitam akibat bekas jerawat, lingkar mata hitam hingga noda karena paparan sinar matahari.


Jadi, apakah kamu menginginkan whitening cream yang aman dan sesuai dengan harapanmu?


Kami bisa membantumu membuat produk whitening cream yang aman, terdaftar BPOM, dan khusus disesuaikan dengan karakter juga keinginanmu. Ayo hubungi kami untuk keterangan lebih lanjut.


Share This Article


Bicara dengan CS