Ayo Kenali Tipe Rambut Kamu dan Cara Perawatannya

Beauty Tips / 29 October 2020

by Nose Herbalindo

Kadang kita dibuat bingung dalam memilih produk perawatan rambut yang banyak beredar di pasaran. Jika salah memilih, rambut kita bisa berubah menjadi lebih lepek atau bahkan lebih kering dari kondisi normalnya. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita mengenal karakter rambut kita sendiri sebelum mencari produk perawatan yang sesuai.


Mengenal Berbagai Tipe Rambut

Berdasarkan keikalan bentuknya, rambut bisa dibagi menjadi 4 tipe yaitu:


Rambut Lurus (Tipe 1)


Jenis rambut digemari oleh sebagian kalangan karena terkesan rapi dan mudah ditata. Tak sekedar lurus, ternyata ada tiga jenis rambut lurus yang harus kamu ketahui:


  1. Tipe 1A: Memiliki tekstur halus seperti rambut bayi
  2. Tipe 1B: Cenderung lebih bervolume dari tipe 1A
  3. Tipe 1C: Rambut lurus yang cukup mengembang atau frizzy

Walaupun perawatannya termasuk mudah, rambut lurus rentan terlihat kusut dan tak terawat. Oleh karena itu, mencuci rambut minimal dua hari sekali wajib dilakukan. Penggunaan conditioner juga dianjurkan untuk membantu rambut tetap mudah diatur.


Rambut ikal/ bergelombang (Tipe 2)


Rambut bergelombang atau wavy hair biasanya memiliki bentuk lurus di bagian pangkal dan berbentuk gelombang yang longgar di bagian ujung. Rambut bergelombang pun memiliki beberapa subtipe:


  1. Tipe 2A: Tingkat keikalannya hanya 10% dan hanya terlihat ikal berada di beberapa bagian
  2. Tipe 2B: Cenderung lebih mudah kusut dan mudah mengembang
  3. Tipe 2C: Memiliki karakteristik gelombang yang cukup tebal

Perawatan rambut ikal tak jauh berbeda dengan rambut lurus. Yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah ikal yang ada di penghujung rambutmu, karena iniah daya tarik tipe rambut ini. Gunakan hair oil atau hair serum agar bentuk rambut tetap rapi dan tetap lembab.


Rambut Keriting (Tipe 3)


Pada setiap helai rambutnya, rambut keriting memiliki permukaan pipih, dengan bentuk menyerupai huruf S. Berikut tiga subtipe pada jenis rambut keriting


  1. Tipe 3A: Lekukan spiral cukup terlihat dengan mudah
  2. Tipe 3B: Terlihat kriwil dengan pola lekukan yang tegas
  3. Tipe 3C: Lekukan rambut membuat rambut cenderung naik ke atas

Rambut keriting punya tantangannya sendiri, yaitu cenderung lebih sulit diatur, lebih mudah patah dan rontok. Oleh karena itu, sebaiknya shampo yang digunakan mengandung argan oil dan vitamin E agar rambut menjadi lebih halus dan mudah diatur.


Rambut Bergulung (Tipe 4)


Rambut tipe ini juga bisa disebut rambut coily, rambut afro atau kribo. Keikalannya cukup rapat, dengan volume yang cukup tebal. Rambut ini pun bisa dibagi menjadi 3 subtipe


  1. Tipe 4A: Lekukan rambut membentuk huruf S yang lebat dan kerapatan yang tidak terlalu padat
  2. Tipe 4B: Bentuk spiral rambut lebih kecil, terkesan seperti bentuk pilinan atau huruf Z
  3. Tipe 4C: Kerapatan yang tinggi membuat tipe ini bentuk spiral rambut menjadi hampir tak nampak

Rambut tipe 4 bersifat sangat halus dan mudah rapuh. Selain itu, rambut ini juga mudah menyusut karena volume helaian rambut yang tipis. Oleh karenanya, menambah kelembaban rambut menjadi kunci perawatan rambut ini. Disarankan untuk mengaplikasikan krim pelembab rambut setiap 2-3 hari sekali.


Permasalahan Rambut serta Cara Mengatasinya

Tak hanya jenis rambut, kamu juga harus mengenali berbagai permasalahan yang mungkin rambut kamu alami. Berikut 3 permasalahan rambut yang paling umum ditemukan.


Rambut Kering


Terasa kesat, mudah kusut dan mudah mengembang merupakan ciri utama rambut kering. Rambut kering biasanya akan lebih tipis dan bercabang di bagian ujung. Faktor penyebabnya cukup beragam, antara lain karena paparan sinar matahari hingga bahan kimia berlebih.


Untuk produk perawatan yang sesuai, kamu bisa memilih shampo dengan kandungan keratin, vitamin E, dan antioksidan. Bahan-bahan ini bisa memperbaiki rambut rusak, melembutkan, serta melembapkan rambut. Produk yang mengandung argan oil, shea butter, chia seed oil, dan tea tree oil juga baik untuk melembabkan rambut kering.


Rambut Berminyak


Terlihat lepek dan terasa gatal adalah permasalahan yang banyak ditemukan pada pemilik rambut berminyak. Produksi minyak berlebih ini juga bisa memicu timbulnya ketombe. Untuk itu, sebaiknya kamu menggunakan shampo yang mengandung bahan aktif ZPTO dan tea tree oil.


Rambut Kombinasi


Rambut kombinasi biasanya memiliki bagian akar yang berminyak, namun kering pada ujung rambut. Kondisi ini sering membingungkan pemiliknya, karena produk perawatan rambut berminyak dan kering akan memberikan hasil yang bertolak belakang.


Untuk itu, ada beberapa trik yang perlu kamu perhatikan. Dalam pemakaian conditioner misalnya, hanya gunakan pada rambut bagian ujung atau di bagian rambut kering saja. Lakukan hal yang sama dalam penggunaan vitamin dan pelembab rambut. Hindari mencuci rambut dengan air panas, karena air panas bisa memicu produksi minyak rambut dan membuat ujung rambutmu menjadi lebih kering.


Aspek-aspek pengukuran kondisi rambut:

Tak hanya bentuk dan masalah rambut, ternyata ada pula karakter-karakter rambut lainnya yang perlu kamu ketahui. Tiga diantaranya adalah tekstur, porositas dan elastisitas.


Tekstur atau Ketebalan Rambut


Cara mencari tahu tekstur rambut sebenarnya cukup mudah. Pertama-tama, cuci rambut seperti biasa lalu gunakan conditioner. Biarkan rambut kering secara alami. Gunting salah satu helai rambut, kemudian bandingkan dengan sehelai benang jahit, dengan meletakkannya berdampingan di atas kertas putih. Apabila rambutmu memiliki ketebalan yang sama atau lebih dari ketebalan benang, maka rambutmu termasuk tebal. Begitu pula sebaliknya.


Untuk meningkatkan ketebalan rambut, kamu bisa menggunakan shampo dengan kandungan amino vitamin. Pertumbuhan rambut baru yang lebih tebal juga bisa dibantu dengan penggunaan hair essence dan hair mask setiap 2-3 hari sekali.


Porositas atau Porosity


Porositas adalah kemampuan rambut dalam menyerap dan mempertahankan kelembaban, zat warna atau cairan apapun di sekitar lapisan kutikula. Porositas yang terlalu rendah akan membuat rambut sulit menyerap pelembab. Sedangkan porositas yang terlalu tinggi bisa menyebabkan rambut lebih mudah kehilangan kelembabannya.


Cara memeriksa porositas rambut cukup mudah, yakni dengan menyemprotkan air ke seikat rambut. Jika air duduk di atas permukaan rambut dan membentuk manik-manik artinya rambut memiliki porositas yang rendah. Sedangkan jika air langsung menyerap ke dalam rambut artinya porositas rambut cukup tinggi. Jika air berada di permukaan rambut beberapa lama sebelum akhirnya terserap ke dalam rambut, maka prorositas rambut termasuk normal.


Untuk rambut yang memiliki porositas rendah, maka sebaiknya gunakan minyak arga/argan atau minyak kelapa untuk menjaga menambah kelembaban rambut. Sedangkan rambut dengan porositas tinggi bisa dirawat dengan penggunaaan conditioner tanpa bilas untuk mempertahankan kelembaban rambut.


Elastisitas


Elastisitas rambut bisa diperiksa dengan mudah. Ambil satu helai rambut, lalu tarik kedua ujungnya secara perlahan. Jika rambut meregang cukup panjang, berarti elastisitas rambut cukup tinggi. Begitu pula sebaliknya. Jika rambutmu patah seketika, maka rambutmu termasuk rapuh.


Rambut rapuh membutuhkan perawatan yang ekstra. Pilih shampo yang ringan namun memiliki kandungan untuk menutrisi. Gunakan conditioner, hair mask dan vitamin rambut untuk membantu meningkatkan elastisitas rambut.


Ternyata ada banyak sekali produk perawatan rambut yang bisa membuat rambutmu tampak lebih sehat. Apakah kamu tertarik membuat salah satu diantaranya? Baik itu shampoo, conditioner, hair vitamin, maupun hair mask kami bisa membantumu mewujudkan impianmu. Konsultasi dengan kami untuk keterangan lebih lanjut.


Share This Article


Bicara dengan CS