PT Nosé Herbal Indo meraih penghargaan dari BPOM RI atas kontribusinya dalam mendukung penguatan kolaborasi Academic-Business-Government (ABG). Penghargaan tersebut diumumkan pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun BPOM RI ke-25 yang diselenggarakan pada 31 Januari 2026 di Aula Gedung Merah Putih, Gedung BPOM RI.
Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas peran aktif PT Nosé Herbal Indo dalam mendorong riset dan inovasi industri kosmetik yang berbasis sains, sekaligus sejalan dengan regulasi dan pengembangan bahan alam lokal. Melalui kolaborasi ABG, Nosé berupaya menjembatani kebutuhan akademisi, industri, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Direktur PT Nosé Herbal Indo, Aling Pratama, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kosmetik nasional yang berkelanjutan.
"Kami melihat ABG sebagai ekosistem yang sangat strategis. Saat riset dari akademisi, kebutuhan industri, dan regulasi dari pemerintah bisa berjalan searah, industri kosmetik nasional akan tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Bagi Nosé Herbal Indo, penghargaan ini memperkuat langkah perusahaan dalam menghadirkan produk kosmetik yang aman, berbasis sains, dan relevan dengan kebutuhan industri. Partisipasi aktif dalam rangkaian HUT BPOM RI ke-25 juga mencerminkan peran Nosé sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset dan inovasi bersama akademisi serta lembaga pemerintah sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem ABG di Indonesia.
Kontribusi Riset Nosé dalam Kolaborasi ABG

Kolaborasi Academic-Business-Government (ABG) yang dijalankan PT Nosé Herbal Indo berangkat dari komitmen jangka panjang dalam penguatan riset dan pengembangan produk berbasis sains. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Joint Research, sebuah inisiatif kolaboratif antara Nosé, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah yang telah berjalan sebelum perusahaan menerima penghargaan dari BPOM RI.
Melalui program Joint Research, Nosé secara aktif menjalin kerja sama penelitian dengan enam perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mulawarman, dan Universitas Gadjah Mada, serta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Kolaborasi ini mencakup berbagai fokus penelitian, mulai dari eksplorasi dan riset bahan alam, pengembangan metode ekstraksi, hingga perancangan dan pengujian formulasi produk kosmetik serta obat tradisional. Seluruh proses riset dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang terstruktur dan mengacu pada standar keamanan serta kepatuhan regulasi sehingga mampu menjembatani kepentingan akademisi, industri, dan pemerintah dalam satu ekosistem kolaboratif.
Hasil dari berbagai penelitian tersebut ditampilkan melalui booth Nosé dalam rangkaian acara HUT BPOM RI ke-25 yang diselenggarakan pada 28-31 Januari 2026 di Gedung Badan Pengawas Obat dan Makanan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Melalui booth tersebut, Nosé menghadirkan gambaran nyata bagaimana kolaborasi ABG diterjemahkan ke dalam proses riset dan pengembangan yang aplikatif bagi industri.
Pada momentum yang sama, PT Nosé Herbal Indo juga meluncurkan Majalah Insight, sebuah publikasi yang membahas perkembangan tren kosmetik terkini sekaligus pandangan Nosé mengenai pentingnya kolaborasi ABG dalam membangun industri kecantikan yang berkelanjutan.
Melalui penguatan riset, kolaborasi lintas sektor, serta publikasi pengetahuan, Nosé menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem inovasi kosmetik nasional. Kontribusi inilah yang kemudian dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi ABG dan menjadi dasar apresiasi dari BPOM RI.
Area Booth Nosé, Magnet Kolaborasi dan Antusiasme Pengunjung

Area booth PT Nosé Herbal Indo menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi selama rangkaian HUT BPOM RI ke-25. Melalui konsep activity card, pengunjung diajak berkeliling booth dan mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari melihat langsung proses ekstraksi tanaman bersama tim peneliti hingga berdiskusi seputar riset bahan alam dan program Joint Research yang dijalankan Nosé bersama universitas serta instansi pemerintah.
Selain aktivitas riset, Nosé juga menampilkan contoh formulasi produk kosmetik yang masih dapat dikembangkan lebih lanjut serta produk obat tradisional yang telah diproduksi. Rangkaian pengalaman ini ditutup dengan pembagian sampel parfum gratis kepada pengunjung, yang semakin memperkuat kesan booth sebagai ruang edukasi dan kolaborasi yang terbuka, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Menatap Kolaborasi ABG untuk Masa Depan Industri

Selanjutnya, PT Nosé Herbal Indo berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi Academic-Business-Government (ABG), khususnya dalam mendorong riset berkelanjutan bersama perguruan tinggi dan instansi pemerintah. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam lokal yang memiliki nilai tambah dan relevan dengan kebutuhan industri.
"Nosé ingin terlibat aktif dalam ekosistem ABG untuk mendukung riset, inovasi, dan hilirisasi bahan alam lokal bersama akademisi dan pemerintah. Momentum HUT BPOM ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kolaborasi tersebut," ujar Aling, Direktur PT Nosé Herbal Indo.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Nosé terus melangkah sebagai mitra strategis dalam membangun industri kosmetik nasional yang berbasis sains dan kolaborasi.