Amankah Phenoxyethanol Pada Produk Skin Care?

Skincare / 17 January 2024

by Nose Herbalindo

Setiap pembelian produk skin care terdapat masa expired yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai masa penggunaan dari produk skin care tersebut. Produk dapat bertahan selama beberapa bulan bahkan tahun karena adanya bahan pengawet yang berfungsi untuk menghindari adanya pertumbuhan mikroba. Ada beberapa jenis bahan pengawet yang biasa digunakan pada produk skin care, salah satunya phenoxyethanol.


Phenoxyethanol adalah salah satu kandungan yang biasanya terdapat dalam berbagai produk diantaranya produk skin care, parfum, shampo, deodorant, pasta gigi, dan lain sebagainya. Sobat Nose tau gak sih apa kegunaan dari phenoxyethanol dalam produk? Kira-kira aman gak ya dipakai di produk skin care? Penasaran kan? Yuk, simak artikel berikut!


Apa itu phenoxyethanol?


Senyawa ini memang masih asing terdengar tidak sefamiliar senyawa niacinimade maupun hyaluronic acid pada produk skin care. Bisa jadi tidak familiar karena fungsi senyawa phenoxyethanol yang berbeda dengan kedua senyawa tersebut.


Agar semakin paham tentang senyawa ini, mari kita bahas lebih dalam ya. Jadi, phenoxyethanol merupakan senyawa organik yang dapat diklasifikasikan sebagai glikol eter dan fenol eter dengan rumus C6H5OC2H4OH yang dapat dilihat pada Gambar 1. Senyawa ini berbentuk cairan berminyak dan tidak berwarna, serta dapat larut dalam air dan minyak.


Secara alami, phenoxyethanol ini terdapat pada daun teh hijau, namun pada tujuan komersial dilakukan sintesis untuk menghasilkan senyawa ini lebih banyak. Seperti yang kita ketahui, phenoxyethanol ini digunakan di berbagai produk, diantaranya produk skin care, make up, body care, shampoo, deodorant, pewarna rambut, cat kuku, hand sanitizer, parfum, sabun bayi, baby lotion, baby wipes, dan lain-lain.



Gambar 1. Struktur Phenoxyethanol


Biasanya phenoxyethanol digunakan sebagai pengawet dalam berbagai produk untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini dikarenakan senyawa phenoxyethanol memiliki aktivitas sebagai anti-mikroba. Pada literatur disebutkan bahwa senyawa ini memiliki aktivitas anti-mikroba dengan rangkaian yang luas, karena jangkauannya yang luas senyawa ini dapat melawan berbagai mikroba yang dapat mengganggu kestabilan dan mengurangi efektivitas dari produk. Literatur lainnya menyebutkan bahwa, phenoxyethanol ini efektif dalam melawan bakteri gram positif dan gram negatif, serta jamur candida albicans.


Amankah penggunaan phenoxyethanol pada produk skin care?


Phenoxyethanol bukanlah pengawet berbahaya seperti yang beredar di pasaran. Senyawa ini tentunya sudah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia phenoxyethanol (INCI) CAS No. 122-99-6, bahwa senyawa tersebut diizinkan sebagai pengawet dalam formulasi kosmetik dengan konsentrasi maksimum sebesar 1%.


Badan Nasional Prancis untuk keamanan obat-obatan dan produk kesehatan mengindikasikan bahwa phenoxyethanol dengan konsentrasi maksimum 1% dalam produk kosmetik juga aman untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun. Sebuah tinjauan terhadap 43 produk kosmetik menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata penggunaan phenoxyethanol sebesar 0,46%, dan terdapat 25% produk yang memiliki konsentrasi phenoxyethanol dengan rentang 0,6% hingga 1 %.


Apa kekurangan dari penggunaan phenoxyethanol pada skin care?


Pada beberapa kasus, paparan kulit terhadap phenoxyethanol dikaitkan dengan reaksi alergi mulai dari eksim dan gatal-gatal. Eksim merupakan reaksi alergi umum terhadap paparan kulit terhadap produk yang mengandung 1% atau lebih phenoxyethanol. Reaksi ini hanya terjadi pada area yang diaplikasikan phenoxyethanol, dan eksim akan mereda setelah menghindari produk yang menyebabkan iritasi. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan banyak pengawet lainnya, adanya reaksi alergi terhadap phenoxyethanol yang digunakan dalam produk kosmetik jarang sekali terjadi.


Perlu diketahui juga bahwa semua pengawet bahkan pengawet yang berasal dari bahan alami sekalipun, memiliki resiko membuat kulit menjadi sensitif. Hal ini karena penggunaan pengawet ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba yang mungkin dapat berdampak negatif pada kulit.



Namun, resiko patogen terhadap kulit jauh lebih besar daripada resiko yang dapat ditimbulkan oleh pengawet. Pada penggunaan pengawet alami, konsentrasi yang digunakan juga harus jauh lebih tinggi daripada pengawet sintetis, biasanya dapat mencapai konsentrasi hingga 10%. Jumlah yang lebih tinggi ini dapat mengiritasi atau membuat kulit menjadi sensitif, sehingga pengawet alami bahkan tidak dapat menggantikan pengawet sintetis.


Nah, sekarang Sobat Nose sudah tahu kan kegunaan dan keamanan dari phenoxyethanol pada produk skin care? Jika kamu tertarik membuat skin care sendiri langsung saja konsultasikan lebih lanjut bersama tim Marketing & Product Development kami hubungi kontak kami untuk mulai membuat produk skin care-mu sendiri #MaklondiNoseAja!


Share This Article


tiktok logo
instagram logo
Bicara dengan CS
whatsapp logo