Tanggal 4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia. Pada tanggal tersebut, para pecinta dan pegiat hak-hak hewan selalu mengampanyekan gerakan cinta hewan, salah satunya adalah mengajak untuk tidak mengeksploitasi hewan dan memperhatikan hak-hak hewan. Lebih lanjut, mereka juga memberikan ajakan untuk menerapkan gaya hidup vegan dan medorong industri (farmasi dan kosmetik) untuk tidak melakukan uji coba terhadap hewan.

Gaya hidup vegan kini telah menjadi pilihan masyarakat di kota-kota besar di seluruh dunia. Tren ini juga menjalar ke Indonesia. Lalu apa itu definisi vegan?. BPOM mendefinisikan vegan sebagai “orang yang tidak mengonsumsi pangan dari hewan dan produk olahan dan produk turunan daging, ikan telur, susu atau madu”. Gaya hidup vegan dipengaruhi oleh kesadaran bahwa manusia tidak perlu mengorbankan atau mengeksploitasi hewan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Contoh konkret para pelaku veganisme adalah mereka tidak mengonsumsi hewan, tidak menggunakan pakaian berbahan kulit hewan, serta penolakan uji coba terhadap hewan.

Secara sederhana, produk vegan dapat diartikan sebagai produk yang tidak mengandung unsur hewani. Lebih lanjut, mengutip buku The Vegan Girls Guide To Life (2010), produk vegan adalah produk yang tidak memiliki kandungan seperti, madu, beeswax, kolagen, elastin, gelatin, asam hialuronat, protein susu, keratin, laktosa, lanolin, mink oil, musk, royal jelly, dan silk powder. Meski dikatakan akan jadi tren, sampai saat ini belum ada regulasi resmi soal produk kecantikan vegan.

Pilihan untuk menjadi vegan tidak hanya memepengaruhi seseorang dalam memilih makanan tetapi juga mempengaruhi pilihan seseorang terhadap komposisi yang terkandung dalam kosmetik yang digunakan. Maraknya kesadaran dan pilihan untuk mengunakan kosmetik vegan berpengaruh terhadap maraknya masyarakat yang mencari informasi di dunia maya.  Berdasarkan data, pencarian Google untuk ‘kecantikan vegan’ dilaporkan meningkat dua kali lipat setiap tahun sejak 2012.

Selain produk vegan, mulai banyak pula  brand kosmetik yang menjamin produk mereka cruelty free. Produk yang cruelty free adalah produk yang tidak menggunakan bahan baku dan percobaan dari hewan. Di dalam produk tersebut tidak mengandung pembunuhan, percobaan, dan penyiksaan terhadap hewan. Istilah tersebut pertama kali muncul dari dunia mode, karena penggunaan bulu hewan asli untuk mantel musim dingin.

Hingga saat ini, tentu saja masih ada produk kosmetik yang menggunakan bahan baku hewani, seperti dari beeswax (lilin lebah) atau asam laktat dari susu sapi. Jika bahan baku tersebut diperoleh tanpa menyakiti hewan, maka produk tersebut tergolong cruelty free. Begitu juga pada pengujian produknya. Jika tak diujikan pada hewan, produk tersebut bisa tergolong cruelty free. Kini, pengawasan untuk produk kosmetik cruelty free dilakukan oleh sejumlah organisasi, seperti PETA, Choose Cruelty Free, Coalition for Consumer Information on Cosmetics, dan Cruelty Free International.

Produk kosmetik yang cruelty free dan vegan, selain karena masalah etis, juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Produk tersebut juga lebih ramah lingkungan. Tak heran, permintaan dan penjualan produk kosmetik vegan dan cruelty free terus meningkat. Seperti dilansir dari lembaga riset Grand View Research yang menyebut jumlah penjualan kosmetik vegan akan meningkat dan mencapai angka 20,8 miliar dolar pada 2025. Hal tersbut karena kaum milenial lebih suka memilih kosmetik yang diproduksi tanpa unsur kekerasan terhadap hewan dan lebih nyaman menggunakan kosmetik yang berasal dari tumbuhan.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, PT Nose Herbalindo berkomitmen untuk memproduksi kosmetik tanpa melakukan uji coba terhadap hewan. Setiap proses produksi kosmetik di PT Nose Herbalindo melalui proses yang telah memenuhi regulasi pemerintah dan sesuai dengan standar internasional. PT Nose Herbalindo menerapkan standar GMP (Good Manufacturing Practice).

Selain itu, PT Nose Herbalindo juga memiliki profesionalisme terpercaya di bidang manufaktur produk jasa maklon kosmetik. PT Nose Herbalindo telah tersertifikasi OHSAS, GMP, BPOM, ISO 9001, dan Halal dari MUI. Pelayanan area jasa maklon kosmetik PT Nose Herbalindo sangat luas, mencakup dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Makasar dan seluruh Indonesia bahkan Korea, Jepang, Cina, Hong Kong, Malaysia, dan Rusia.

Jika Anda berminat untuk memiliki brand kosmetik vegan, PT Nose herbalindo dapat mewujudkannya. Tidak hanya vegan, produk kosmetik yang dihasilkan pun bebas dari pengujian terhadap hewan (cruelty free) serta dapat ditambahkan dengan bahan-bahan herbal berkhasiat. Sehingga, produk kosmetik yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, ramah lingkungan, dan sangat aman.

 

 

 

leave a Comment