Bandung - PT Nosé Herbal Indo resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dalam upaya memperkuat riset dan pengembangan (R&D) industri kosmetik dalam program Joint Research.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan kekuatan industri dengan dunia akademisi untuk menciptakan inovasi yang lebih terarah, berbasis ilmiah, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilaksanakan di lingkungan Universitas Padjadjaran dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Momen ini menjadi simbol awal dari sinergi jangka panjang antara industri manufaktur kosmetik dengan institusi pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi kuat di bidang farmasi dan kosmetika.
Dihadiri oleh Jajaran Akademisi UNPAD

Dari pihak PT Nosé Herbal Indo, kehadiran diwakili oleh Sri Rahayu Widya Ningrum selaku Vice CEO yang memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis dan arah inovasi perusahaan. Turut mendampingi, Pinastya P.K. sebagai Supervisor Research yang berfokus pada penguatan riset internal serta pengembangan formulasi produk berbasis kebutuhan pasar.
Sementara itu, dari pihak Universitas Padjadjaran, penandatanganan ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dari Universitas Padjajaran, Prof. Rizky Abdulah, S.Si., Apt., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran hadir sebagai representasi pimpinan universitas dalam mendorong kolaborasi strategis dengan industri.
Turut hadir pula Dekan Fakultas Farmasi, Prof. apt. Auliya Abdurrohim Suwantika, Ph.D., yang memimpin arah pengembangan fakultas, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di sektor farmasi dan kosmetika.
Dari jajaran pimpinan fakultas, Prof. apt. Melisa Intan Barliana, Dr. Med. Sc. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik berperan dalam memastikan integrasi kurikulum dan kegiatan akademik dengan perkembangan industri. Sementara itu, Prof. apt. Mutakin, Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia berkontribusi dalam penguatan kapasitas SDM, baik dosen maupun peneliti, dalam mendukung kolaborasi ini.
Dalam aspek operasional riset dan kerja sama, hadir apt. Raden Maya Febriyanti, Ph.D. selaku Manajer Riset dan Kerja Sama Fakultas Farmasi yang menjadi penghubung strategis antara kebutuhan industri dengan potensi riset yang dimiliki fakultas.
Pengembangan keilmuan kosmetik juga diperkuat oleh kehadiran Prof. Dr. rer. nat. apt. Anis Yohana Chaerunisaa sebagai Ketua Program Studi Rekayasa Kosmetik, yang memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi berbasis sains serta pengembangan talenta di bidang kosmetika. Selain itu, Prof. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si. turut hadir sebagai perwakilan tim riset kosmetik yang selama ini aktif dalam penelitian bahan aktif dan formulasi produk.
Harapan Kerja Sama antara Nosé dan UNPAD

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak tidak hanya berfokus pada aspek formalitas, tetapi juga pada pengembangan program strategis yang berkelanjutan. Ruang lingkup kolaborasi mencakup penelitian bahan baku berbasis potensi lokal, pengembangan formulasi kosmetik yang aman dan efektif, hingga eksplorasi tren pasar dengan pendekatan ilmiah.
Pinastya P.K. selaku Supervisor Research PT Nosé Herbal Indo menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat proses inovasi di dalam perusahaan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan tidak hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kolaborasi dengan akademisi menjadi bagian penting dalam membangun proses pengembangan produk yang lebih terarah, teruji, dan mampu menjawab kebutuhan industri secara berkelanjutan," ujarnya.
Di sisi lain, kerja sama ini juga memberikan ruang bagi pihak akademisi untuk mengimplementasikan hasil penelitian secara langsung dalam dunia industri. Hal ini membuka peluang bagi penelitian untuk tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui produk yang dapat digunakan oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar ide, inovasi dalam industri kecantikan saat ini menuntut proses yang matang mulai dari riset, pengembangan hingga validasi. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi baru yang tidak hanya memperkuat posisi industri kosmetik lokal, tetapi juga mendorong daya saing di tingkat nasional.