Perbedaan AHA, BHA, PHA dan Manfaatnya Untuk Kulit

Beauty Tips / 02 February 2024

by Nose Herbalindo

Sobat Nose pasti pernah melihat atau menggunakan produk skin care yang mengandung AHA, BHA, dan PHA. Ketiganya memiliki fungsi eksfoliasi yang sama, tetapi dengan khasiat dan manfaat yang berbeda untuk kulit.


Karena itu, penting bagi kita memahami perbedaan AHA, BHA, dan PHA yang dapat membantu kita mengambil keputusan tepat dalam melakukan perawatan kulit.


Tapi tahu gak sih apa perbedaan ketiganya dan manfaatnya untuk kulit wajah? yuk, baca artikel berikut ini sampai selesai 😊


AHA (Alpha Hydroxy Acid)


Alpha hydroxy acid (AHA) merupakan bahan yang biasa ditemukan pada produk perawatan kulit. Asam AHA termasuk dalam kelompok asam organik yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan susu. Beberapa AHA yang umum digunakan dalam produk perawatan kulit antara lain asam glikolat dari tebu, asam laktat dari susu, asam sitrat dari buah jeruk, dan asam malat dari apel.


Manfaat AHA bagi kulit wajah


Penggunaan AHA pada produk skin care dapat memberikan beberapa manfaat penting pada kulit, yaitu:


1. Asam AHA membantu melembutkan dan menghaluskan permukaan kulit dengan mengangkat sel kulit mati, sehingga membuat kulit tampak lebih cerah dan halus.

2. Membantu mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti garis dan kerutan, dengan merangsang produksi kolagen. Selain itu, AHA dapat membantu memudarkan bekas jerawat dan meratakan warna kulit sehingga membuat kulit tampak lebih rata.

BHA (Beta Hydroxy Acid)


Beta Hydroxy Acid (BHA), paling umum ditemukan sebagai asam salisilat, merupakan bahan aktif yang biasa digunakan dalam produk perawatan kulit. Berbeda dengan AHA, BHA larut dalam minyak sehingga sangat efektif membuka pori-pori yang tersumbat dan mengatasi masalah kulit berminyak.


Manfaat BHA bagi kulit wajah


Kandungan BHA memberikan beberapa manfaat pada kulit wajah. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuannya membersihkan pori-pori secara mendalam, mencegah terbentuknya komedo, dan mengobati jerawat. BHA juga memiliki sifat anti inflamasi yang membantu mengurangi peradangan kulit yang sering terjadi pada jerawat. Selain itu, BHA dapat membantu mengangkat sel kulit mati, meningkatkan pergantian sel baru, dan memperbaiki tekstur kulit, sehingga membuat kulit tampak lebih rata dan bercahaya.



PHA (Polyhydroxy Acid)


Polyhydroxy acid (PHA) adalah kelompok asam hidroksi yang relatif baru dalam dunia perawatan kulit. Beberapa contoh PHA adalah asam glukonat (glukonolakton) dan asam laktobionik. Sebagai exfoliant, PHA mirip dengan AHA, namun molekulnya lebih besar sehingga lebih lembut di kulit. Bahan ini dapat memberikan hasil eksfoliasi yang efektif tanpa menimbulkan iritasi yang sering terjadi pada AHA atau BHA.


Manfaat PHA bagi kulit wajah


Salah satu manfaat utama PHA adalah kemampuannya meningkatkan eksfoliasi kulit tanpa menyebabkan iritasi berlebihan. PHA bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati, menyegarkan kulit dan merangsang regenerasi sel baru. Selain itu, PHA juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahan ini dapat menghidrasi kulit dan membantu menjaga keseimbangan pH kulit sehingga menjadi pilihan yang baik bagi orang yang memiliki kulit sensitif.


Efek Samping Menggunakan AHA, BHA, dan PHA


Meskipun AHA, BHA, dan PHA memiliki efek eksfoliasi yang penting pada kulit, penggunaan produk yang mengandung asam ini juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Perlu diingat bahwa respons kulit terhadap kandungan-kandungan ini dapat bervariasi pada setiap orang, dan beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap reaksi tersebut dibandingkan yang lain. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat terjadi pada penggunaan AHA, BHA, dan PHA:


1. Iritasi dan kemerahan

Penggunaan AHA, BHA atau PHA dalam konsentrasi tinggi atau terlalu sering dapat menyebabkan iritasi kulit. Ini mungkin tampak seperti kemerahan, terbakar atau gatal. Oleh karena itu, disarankan untuk memulai dengan konsentrasi yang lebih rendah dan perlahan-lahan meningkatkannya untuk memberikan waktu pada kulit untuk beradaptasi.


2. Kulit menjadi kering

Asam ini mempunyai sifat eksfoliasi yang dapat mengangkat sel kulit mati, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit kering. Pengguna harus memastikan bahwa mereka menyertakan tindakan perawatan kulit yang memberikan kelembapan, seperti menggunakan pelembab yang sesuai.


3. Sensitivitas terhadap sinar matahari

AHA, BHA dan PHA meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Itulah mengapa sangat penting untuk menggunakan tabir surya dengan SPF yang cukup setiap hari untuk melindungi kulit dari sinar UV yang dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan kulit dan hiperpigmentasi.


4. Pelepuhan dan kulit mengelupas

Penggunaan konsentrasi tinggi atau penggunaan produk dengan frekuensi yang terlalu sering dapat menyebabkan pelepuhan dan mengelupas pada kulit. Ini merupakan tanda bahwa kulit sedang mengalami pengelupasan sel-sel kulit mati. Pemakaian produk perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.


Sobat Nose sekarang sudah tahu kan perbedaan AHA, BHA, dan PHA dan manfaatnya bagi kulit kita? Kamu juga bisa membuat produk skin care sendiri dengan kandungan utama 3 bahan aktif tersebut di PT Nose Herbal Indo.


Jangan lewatkan kesempatan menjadi beautypreneur bersama kami. Yuk, konsultasikan lebih lanjut bersama tim Marketing & Product Development kami hubungi kontak kami untuk mulai membuat produk skin care-mu sendiri #MaklondiNoseAja!


Share This Article


tiktok logo
instagram logo
Bicara dengan CS
whatsapp logo